• general announcements
  • 1 USD = Rp.13300

0

Ada suatu pendapat yang menyatakan bahwa dalam perusahaan keluarga perlu dilakukan penyelarasan antara kepentingan keluarga dan bisnis agar proses yang ada dalam operasi perusahaan berjalan lancar. Hal ini dikarenakan keluarga dan bisnis adalah dua hal yang berbeda tetapi dalam perusahaan keluarga, kedua hal ini harus bisa berjalan bersama supaya ada kesetimbangan. Hanya saja tergantung dari pendiri perusahaan keluarga tersebut apakah mereka mampu menyelaraskannya atau tidak.

Ikatan emosi dan hubungan personal antara keluarga merupakan hal yang dominan di dalam keluarga sedangkan bisnis mengutamakan peluang-peluang untuk masa depan perusahaan. Apabila pendiri tidak dapat menyelaraskannya, maka ikatan emosi bisa menjadi potensi konflik bukannya modal yang menyokong perusahaan itu. Padahal setiap perusahaan memiliki tujuannya sendiri, salah satu tujuan itu adalah untuk mencari keuntungan. Begitu juga dengan perusahaan keluarga, pasti memiliki tujuan untuk mencari keuntungan. Kurangnya keselarasan akan menyebabkan tujuan dari perusahaan keluarga menjadi sulit tercapai.

Gaya hidup boros dari generasi kedua juga menjadi penghambat berkembangnya perusahaan keluarga karena generasi kedua tersebut tidak memiliki orientasi jangka panjang demi kelangsungan perusahaan. Gaya hidup ini muncul karena generasi kedua tidak merasakan proses yang sulit pada waktu orang tua mereka merintis perusahaan. Menurut pendapat saya, generasi kedua ini tidak memiliki ’ sense of belonging ’ akan perusahaan keluarganya karena mereka tidak mendirikan dan tidak merintisnya. Sehingga banyak perusahaan keluarga yang kinerjanya menurun setelah dipegang oleh generasi kedua, ketiga, dan seterusnya.

Dalam perusahaan keluarga ada pihak-pihak yang diutamakan yaitu pihak-pihak yang berada dalam lingkaran keluarga. Seharusnya semua karyawan dalam perusahaan dianggap berada dalam satu lingkaran keluarga agar karyawan setia pada perusahaan tempat ia bekerja. Hal ini berkaitan juga dengan sistem kompensasi. Akan lebih adil apabila kompensasi yang diberikan didasarkan pada keahlian, kemampuan dan sumbangan yang diberikan untuk perusahaan. Bukan kompensasi yang didasarkan pada hubungan keluarga.

Menurut pendapat saya, dalam perusahaan keluarga penting untuk adanya kesetimbangan antara kepentingan keluarga dan bisnis agar proses dalam perusahaan berjalan lancar dan harus berpegang pada norma bisnis bukan hanya pada tradisi keluarga.

Leave a Reply