• general announcements
  • 1 USD = Rp.13531

0

Setelah puas bermain balon di taman Ganesha sekarang kita pindah ke Cihampelas Walk, tapi disini kita menggunakan Bubble Gun atau Pistol Gelembung yang saya beli  dari seorang pedagang mainan dan digerakkan oleh 2 buah Batterai AA. Dengan Pistol Gelembung ini kita akan belajar untuk hidup bahagia dengan hal-hal yang sederhana.

Bermain Balon di Cihampelas Walk

Ada banyak cara untuk bersenang-senang tanpa perlu menghamburkan banyak uang. Salah satunya dengan Meniup Gelembung. Untuk orang dewasa barangkali memiliki rasa gengsi yang membuat kita mengabaikan hal-hal sederhana yang dapat membuat kita bahagia. dengan Menghilangkan Sifat Anak-anak dalam diri demi menjaga ‘imej’ sama saja dengan membohongi diri sendiri.

25 Tahun yang lalu saya melihat iklan shampo anak di layar kaca,  dalam iklan tersebut ada seorang anak yang berendam dalam bak mandi sambil memainkan pistol yang mengeluarkan gelembung. saat itu Saya ingin membeli pistol tersebut  tapi apa daya seorang anak kecil yang hanya bisa memendam keinginan dalam dada. Pada Tanggal 27 November 2016 saat jalan-jalan bereng istri saya ke cihampelas walk saya menemukan mainan tersebut dari seorang penjual keliling dan membelinya seharga Rp.20 000.

Cukup dramatis karena saya benar-benar Harus menunggu 25 tahun untuk dapat membeli mainan seperti ini. Tapi itu bukan pokok pembahasan penting meskipun dibilang masa kecil kurang bahagia, karena kesenangan baru saja dimulai setelah ujung pistol dicelupkan kedalam air sabun, pada saat tombol pistol ditekan dinamonya memutar kipas yang meniup gelembung-gelembung sabun tersebut.

Photo-photo diatas menunjukkan bagaimana cara saya bersenang-senang dengan gelembung tersebut. Saat berjalan memendam masalah dari rumah menuju cihampelas, Masalah tersebut keluar satu persatu melalui setiap gelembung yang ditiup, kemudian masalah tersebut satu persatu pecah bersamaan dengan pecahnya setiap gelembung balon dan gelembung yang belum pecah akan menghilang terbawa angin, Sama dengan masalah-masalah besar yang saya hadapi, akan hilang sendirinya seiring dengan waktu. Sementara itu hanya kesenangan yang tersisa saat memainkan gelembung-gelembung balon tersebut.

Kesimpulan

Sudah sewajarnya jika hidup kita di dunia mendapatkan Masalah sebagai cobaan hidup agar menjadi mahkluk spiritual yang lebih baik. seperti firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 214
 
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat“.

Dengan Cobaan atau Ujian tersebut kita belajar untuk mengatasi setiap kesulitan menggunakan akal pikiran kita. Selama menjalani ujian layaknya menghadapi ujian nasional, kita mengisi setiap soal pilihan ganda maupun essay dengan serius dan tegang karena kekhawatiran yang berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi. padahal Janji Allah diucapkan dua kali dalam surat Al Insyirah Ayat 5 & 6
 
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan“.

 

Leave a Reply