• general announcements
  • 1 USD = Rp.13359

3

Mulanya biasa saja saat Aku melihat seorang wanita berjilbab jurusan bahasa Jerman dari UPI, seperti wanita yang lainnya.., tak ada yang istimewa dan tak pernah ada perasaan apapun kepada dirinya, namun satu hal yang mengubah pandanganku dan membuat Aku mulai menyukai dia adalah saat dia membawakan drama tentang Perjalanan Kehidupan Manusia, Nuraniku mulai membelenggu logika, menguasai alam bawah sadarku, mengendalikan pikiranku.. dan yeah.. Aku mulai jatuh cinta kepadanya, Aku menyukai gayanya, pakaian hitam yang dia kenakan saat drama, apalagi sejak mengetahui kalau dia adalah sutradaranya, Aku menyukai kemultitalentaannya.

Saat logika mendominasi jalan pikiran serta jalan hidupku, kemudian memaksa Aku untuk korbankan hati serta perasaanku, salah satunya untuk Klub bahasa jerman yang baru Aku dirikan. Bagaimanapun juga klub ini lebih membutuhkan existensi dan peranan dia dari pada nurani ku.

Namun nurani berkata lain, Kalau orang sunda mengatakan „duriat teu bisa di bebenjokeun“ itu berarti Aku tidak dapat membohongi perasaan yang sebenarnya terhadap dia, bahwa Aku memang mencintainya. Saat logika berbicara, betapa berartinya klub ini bagiku, Aku harus mempertahankan klub ini di atas perasaanku. Aku tanyakan lagi nurani haruskah Aku selalu di bebani ‘Speechless Moment’ jika berada di depannya ? Sesulit inikah untuk mengungkapkan cinta ?

Bersama logika Aku kembali berpikir, apakah Aku takut di Tolak olehnya saat menyatakan perasaan yang sebenarnya ? uhm.., Tidak juga. Satu hal yang paling aku khawatirkan adalah saat dia menerima Aku lantas kami jadian, kemudian di tengah perjalanan kami dirongrong oleh banyak masalah seperti : cemburu, marahan, bosan, ketidakdewasaan, selingkuh, salah faham, ketiadaan materi, dlsb. dapatkah kami bertahan melewati semua ini ??? tak ada seorang pun yang tahu, masalah pribadi yang melibatkan Perasaan dari sang ‘Nurani‘ dapat memberikan berpengaruh besar yang cukup ’significant’ terhadap kelangsungan Klub Jerman.

Demi Deutsch Klub, meskipun nurani tak dapat memiliki sebentuk cinta darinya, namun secara logika Aku sudah cukup beruntung memiliki dia sebagai seorang teman yang mempunyai potensi besar untuk memajukan klub.

3 Comments

  1. bogalakon berkata:

    Cinta sejati dua insan berbeda jenis adalah cinta yang terjalin setelah akad nikah. Yaitu cinta kita pada pasangan hidup kita yang sah. Cinta sebelum menikah adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan, dunia tidak selebar daun anggur. Masih ada jutaan orang shalih di dunia ini yang belum menikah. Pilihlah salah satu, menikahlah dengan dia dan kau akan mendapatkan cinta yang lebih indah dari yang pernah kau rasakan.

  2. edigawa tanteisan berkata:

    cinta adalah fitrah, salah satu sifat yang dianugrahkan Allah SWT kepada manusia, dengan cinta manusia dapat bertahan dari badai kehidupan sesulit apapun… namun ketika cinta harus dibenturkan pada suatu halangan atau kekhawatiran….
    disitulah kita harus berusaha sebaik mungkin bagaimana caranya agar halangan dan kekhawatiran yang ada dapat ditepiskan sehingga apa cinta dan cita-cita kita dapat berjalan sesuai dengan harapan kita…. jangan sampai nurani membelenggu logika atau sebaliknya…
    carilah cinta hakiki cinta dari sang maha pemberi cinta, sehingga nurani dan logika dapat saling menyokong bukannya saling membelenggu… keep your spirit… keep your fight… fight for everything that you want in your life… so that you can life one wonderful life….

  3. deni_hanca berkata:

    I can’t say much… All I can say is that I shouldn’t put too much effort in order to try saying something meaningful about someone else’s depth of heart…

    One thing I can say though, most of the time disappointment comes from things that we didn’t do (because we’re too afraid to do it), instead of something we tried to do (and give our best shot to it) 🙂

Leave a Reply