• general announcements
  • 1 USD = Rp.13531

0

Bisakah Aku sembunyikan perasaan ini saat kantuk datang perlahan dan wajahnya seraya menari mengiringi mimpi mimpi indahku disetiap pangkal tidurku, Saat Aku merindukannya, seorang perempuan dengan rambut panjang sebahu yang tersembunyi dibalik jilbab berwarna biru. beserta ukiran tahi lalat dibawah bibirnya yang mungil menyulut masa laluku hingga Malam malamku terusik mimpi buruk yang sekiranya bakal berakhir pada suatu perpisahan.

kerap kali terasa Alam semesta demikian sunyi saat Aku berbincang bincang dengan ibuku yang senantiasa merindukan seorang menantu. Seraya menjengkali hati saat menyadari telah lebih dari 30 tahun cahaya, Aku tinggal diatas planet bumi seorang diri.

Aku mengira belasan karma menyandera kakiku, menjadi duri tajam yang menikam langkahku, agar terhempas kembali sejauh Aku mendaki. Kupikul tahun-tahun sulit untuk berjalan di atas tanah lembab sambil menuai harapan yang telah lama Aku tanam seorang diri melewati derasnya sungai air mata yang bermuara di telaga kehidupan.

Saat duduk terdiam memendam belasan doa yang setiap malam kuukir dan mengitari hari hariku yang kasat mata, Aku telan semua derita dengan terpaksa dan kemudian kumuntahkan perlahan-lahan.

Aku tutup telingaku saat dia mengucapkan kata ‘selamat tinggal’ yang menjelma menjadi retorika dan dipenuhi ribuan basa-basi. Aku terus berlari melewati Jarak yang membagi jiwaku dengan penuh warna, melarutkan malam malam yang sesak bersama kepulan asap tembakau.

Sambil tertawa memikul beban, tersenyum untuk membungkam cemburu, hingga tak perlu Aku membakar dupa untuk membuat dia berpaling kembali.

Saat riuh lebih berarti daripada sunyi, Mengapa harus kembali ke masa lalu ? bukankah segala yang bersinar menerangi kesempurnaan. Sempurna memiliki hidup yang bermakna bersama kekurangan yang tidak lagi berarti.

Leave a Reply