• general announcements
  • 1 USD = Rp.0

0

Dalam suatu komunitas, Jamaah, perkumpulan atau apapun disebutnya, sudah pasti ada saja minimal 1 orang ‘opportunist’ yang hidupnya dari hutang, kerjaannya meminjam uang. Saat meminjam dia memelas dan saat ditagih dia beringas. Meskipun ada kalanya uang yang dia pinjam tidaklah seberapa namun yang kita pegang adalah kata-kata beserta janji-janjinya.

Materi Kultum untuk acara Buka Bersama saya tulis dengan mengambil tema : Bahaya orang yang enggan melunasi hutang. Pengambilan tema ini sengaja dibuat untuk tujuan menyadarkan orang-orang yang hidupnya dari hutang namun enggan untuk melunasinya.
 

2 Menit Pertama – Membahas tentang balasan Allah terhadap orang yang hidup dari hutang namun enggan untuk melunasinya.

yaitu Di Akhirat akan dikumpulkan bersama golongan pencuri, Sementara balasannya di dunia, Allah akan menghancurkan dirinya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411)

“Barangsiapa yang rohnya berpisah dari jasadnya dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya masuk surga: (pertama) bebas dari sombong, (kedua) dari khianat, dan (ketiga) dari tanggungan hutang.” (HR. Ibnu Majah II/806 no: 2412, dan At-Tirmidzi IV/138 no: 1573. Dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).
 

2 Menit Kedua – Keutamaan Memberi Tangguh Atau Membebaskan Orang Yang Kesusahan Membayar Utang

  • Allah berikan ampunan dan dibebaskan dari dosa-dosa.
  • Allah menaunginya di bawah naungan ‘Arsy-Nya

“Barang siapa yang mau memberi tangguhan kepada orang yang sedang kesulitan atau bahkan membebaskannya, maka Allah akan menaunginya di bawah naungan ‘Arsy-Nya di hari tiada naungan selain naungan-Nya.” (HR. At Tirmidzi dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu dan dishahihkan Al Albani dalam Shahihut Targhib no. 909)

  • Allah selamatkan dari kesusahan-kesusahan di hari kiamat
  • Setiap harinya dinilai telah bersedekah

Orang yang berbaik hati untuk memberi tenggang waktu bagi orang yang kesulitan, maka setiap harinya dia dinilai telah bersedekah.

Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya, “Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan, dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath Thobroniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini shohih)
 

2 Menit Ketiga – Berbahagialah Orang yang Berniat Melunasi Hutangnya

“Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah no. 2399. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih ).
 

Menit-menit terakhir ditutup dengan Do’a yang dicontohkan oleh Rasulluloh

ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak hutang…”

Demikian materi kultum ini saya tulis, semoga bisa dijadikan bahan Kuliah Tujuh Menit acara buka bersama anda, dan mampu menyadarkan orang-orang akan bahaya Hutang bagi kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Ibarat orang yang terus menerus menggali lubang tanpa berniat menutupinya, sudah demikian jelas dia sendiri yang akan terperosok kedalamnya, dan semakin dalam lubang yang dia gali, dia sendiri akan kesulitan untuk memanjat dan kembali keatas.


Materi Tambahan

Leave a Reply