• general announcements
  • 1 USD = Rp.13348

0

Setelah membaca judul diatas, sudah pasti yang terlintas dibenak pikiran anda tak lebih dari iPhone 9, atau anda yang sering mengunjungi situs-situs yang membahas mengenai gadget review anda akan menemukan deretan handphone termahal mulai dari Vertu Signature Diamond, handphone dengan casing dari platinum sampai dengan Diamond Rose iPhone 4 limited edition berkapasitas 32GB yang diproduksi Apple dan dijual dengan harga 8 Juta USD.

Jika anda melanjutkan untuk membaca review saya, tentunya anda bakal kecewa dengan bahasan artikelnya yang berkesan tidak sesuai dengan judul. karena yang saya bahas adalah NILAI dari handphonenya dan bukan harganya.

Handphone yang bernilai Puluhan Juta Rupiah itu adalah Flexiphone ZTE C321.
 Flexiphone ZTE C321.

Tentunya anda bertanya-tanya Bagaimana bisa handphone murah seperti ini bisa menjadi bernilai puluhan juta rupiah ? Dijual juga tidak akan laku.

Kita akan mulai pokok pembahasan kita hari ini dengan :

Sejarah kepemilikannya.

Sekitar bulan Juni tahun 2008 silam saya menjual Handphone Siemens M55 saya, karena perusahaan tempat saya bekerja telah hampir 3 bulan telat menggaji seluruh karyawannya. Karena alasan Klasik “lagi tidak ada duit” pada bulan September 2008 saya mengajukan diri untuk dijadikan ‘Test Lab’ ( padanan kata dari Kelinci Percobaan) di sebuah laboratorium Farmasi yang terkenal di Indonesia. Ceritanya saya disuruh makan sebuah obat ( untuk penderita diabetes kalo gak salah ), terus dalam sehari 5 kali darah saya diambil untuk keperluan analisa bagaimana pengaruh obat tersebut kepada manusia. dan uji coba tersebut dilakukan selama 2 hari berturut-turut.  dan saya mendapatkan Rp.350.000 untuk 2 hari percobaan disana.

Upah dari hasil test sample darah tersebut saya belikan Handphone ZTE C321 seharga Rp.260.000. HP tersebut saya pilih karena harganya sesuai dengan budget saya saat itu.

Faktur Pembelian Flexiphone ZTE C321.

 

   

 

Kelengkapannya 1 unit HP + charger, Buku Manual, & Kartu Perdana Telkom Flexi. Selama masih bekerja sebagai tenaga harian lepas disebuah perusahaan swasta di Bandung, handphone ini saya gunakan untuk komunikasi dengan Atasan & Rekan Kerja, sewaktu-waktu saya gunakan untuk smsan dengan para Gebetan saya.

Tahun 2010 saya berencana pindah kerja, 2 kali Melamar, 2 kali dipanggil untuk interview, alhamdullilah diterima, pertama sebagai Guru SMP Swasta dan bertahan 2 bulan kemudian pindah ke CV. Web***** sebagai Web Designer dan bertahan selama 3 bulan kemudian dipecat lewat SMS ke handphone ini.

September 2010 saya membuka usaha jasa Desain website sendiri dengan modal Rp.800.000 untuk menyewa unlimited server, membangun 2 website di achmad.web.id & netmedia.web.id  ditambah Handphone ini satu-satunya media komunikasi saya dengan para calon klien.

Dari bulan Desember 2010 sampai dengan bulan Juni 2013 Handphone ini telah mempertemukan saya dengan Puluhan Klien yang tidak hanya meminta untuk dibuatkan website tapi juga ajakan untuk program kerjasama jangka panjang seperti Usaha Travel, Jualan Seks Toys,  Mengelola Komunitas E learning dan lain lain.., dan lain lain.. sampai akhirnya diajak untuk menjadi system analyst pada sebuah broker Forex di Bandung.

Pernah Suatu saat handphone ini terjatuh dan retak, sampai saya gunakan Solasiban agar penutup belakangnya tetap kuat menyangga batterainya, sehingga komunikasi dengan pihak klien tetap berjalan lancar.

   

Meskipun dalam kondisi diplester saya menenteng handphone ini kemana-mana dengan penuh rasa bangga. kalau sedang di tempat umum terus handphone ini berdering, kadang ada juga ‘anak Alay nan Lebay’ ikut-ikutan ngeluarin handphonenya seolah ingin menunjukkan bahwa handphone miliknya lebih bagus.

Saat itu Saya sanggup membeli handphone baru yang lebih bagus bahkan yang lebih mahal sekalipun, namun nilai historis yang terdapat dari awal beli sampai sekarang tidak dapat tergantikan dengan handphone manapun. Saya mulai membeli handphone baru , sejak Telkom mengalihkan layanan CDMAnya ke GSM pada 11 februari 2015. Handphone baru yang saya beli tahun 2015 yang lalu Gplus 110 dan satu lagi Samsung Infinite SCH-I759 hadiah dari salah seorang klien saya yang telah sukses merintis usahanya.

Meski sudah tidak terpakai lagi, Handphone ZTE C321 ini tetap saya simpan sebagai memorabilia. Meskipun teman-teman bilang tidak laku untuk dijual, Saya tidak pernah ada keinginan untuk membuangnya

Kesimpulan

Karena kelamaan nulis, saya tutup review ini dengan kesimpulan, setiap orang bisa membeli handphone Mahal sekalipun dengan cara cash maupun kredit atau bisa juga dengan cara merengek ke orang tuanya, Namun sebuah gadget itu akan berharga jika bisa memberikan nilai lebih bagi pemiliknya.

Nilai lebih tersebut bagaimana caranya agar handphone yang kita miliki bisa merubah hidup kita, meningkatkan penghasilan kita, mempertemukan dengan orang – orang penting, dan tidak hanya sebatas meningkatkan gaya hidup kita semata.

Ingat ungkapan ini “ You’ve to be Smarter than your Smartphone.” itu dari bahasa inggris yang artinya “Lebih baik Banyak Duit, daripada Banyak Gaya”.

Leave a Reply