• general announcements
  • 1 USD = Rp.13529

0

Terjebak dalam Labirin rutinitas di sebuah gallery yang terdiri dari 3 lantai, saat tubuh ini terpenjara dalam perasaan bimbang dan pikiran terus mengembara dalam ketidak pastian, seperti berada di sebuah pelabuhan yang sunyi saat hati berlayar tanpa kendali. Selama ini Aku terlena selama lebih dari 8 tahun kerja sebagai tour guide, dengan gaji yang kecil setiap bulannya dan tip yang besar setiap harinya, bekerja hanya 4 jam setiap hari dan 5 kali dalam seminggu dengan job description Ngobrol dan Jalan-jalan dengan para Tourists selebihnya menunggu dalam gallery sambil membaca buku atau menulis puisi. Aku mulai merasa bosan, begini terus setiap harinya. Banyak hal yang pernah Aku alami disana, dari berantem dengan rekan kerja demi ngerebutin seorang waitress Craft Boutique Store sampai pernah difitnah mencuri dan mendapatkan predikat Kleptomania, kejadian menarik lainnya, tukeran nomor telpon saat memandu anak-anak SMA, pacaran sama Guru TK, sampai (2 tahun yang lalu) ada anak SMP kelas 3 yang nyatain lewat SMS. Aku memiliki banyak teman dan kenalan baru setiap minggunya.

Seiring dengan lamanya waktu yang aku lalui, banyak suka duka yang telah Aku alami, meskipun lebih banyak dukanya dari pada sukanya, kini Aku berada pada titik Jenuh. Apalagi saat satu persatu teman-temanku mengundurkan diri dari pekerjaannya di sana, Pertama-tama Ibu Pungki atasan pertamaku yang telah menggangap Aku sebagai adiknya sendiri, kemudian yadi bartender, menyusul Made, seorang koki professional sekaligus teman curhat terbaikku yang pindah kerja beberapa minggu yang lalu, kemudian Erik santoso sahabat dekatku yang pamitan 2 hari yang lalu (katanya mau magang di Novotel), dan barusan Aku dengar Mbak Penti sang peramal merangkap external motivatorku juga ikut-ikutan mau pindah kerja (katanya udah kelamaan kerja di sana padahal belum 2 tahun ). kemudian wajah – wajah baru berdatangan, wajah-wajah yang menggantikan posisi Ibu Pungki, yadi bartender, Made, & Erik. Tak pernah ada keinginan bagiku untuk mengenal dekat maupun berteman dengan wajah-wajah baru tersebut, buat apa kami saling mengenal jika pada akhirnya harus berpisah ( Dramatis Banget Sih.. ). Lagipula di tempat kerjaku saat ini tak ada yang dapat menggantikan posisi teman-temanku yang telah keluar.

Plato Saudara tirinya Pluto seorang filsuf ternama, muridnya Socrates dan gurunya Aristoteles, dia pernah berkata Dalam sebuah buku yang pernah Aku baca, “Nantinya dalam kehidupan setiap manusia akan terjebak dalam sebuah gua yang gelap berisi keteraturan, kemapanan, dan mereka senang berada di dalamnya. karena mereka terbuai dengan segala kesenangan di sana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut keluar dari gua tersebut. Mereka memang bahagia, tetapi diri mereka kosong dan mereka tidak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mereka tidak lagi memiliki mimpi…” Mang toto Plato memang benar, Aku telah terlena dengan segala kesenangan, perasaan nyaman dan semua yang telah aku capai disana hingga kini, aku mulai merasa malas, bekerja sudah enggan tapi keluar kerja pun segan, Itu semua karena perasaan takut dan khawatir, bahwasanya Aku enggak yakin bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari pekerjaanku saat ini.

Namun Aku membutuhkan sesuatu yang baru, Aku tidak bisa menjalani hidup seperti ini terus, mau enggak mau Aku harus keluar dari ‘Zona Nyaman’ ini untuk sebuah perubahan. Seorang teman pernah menasihati Aku dan mengatakan bahwa setiap orang adalah pembawa perubahan dan siapapun mampu menciptakan perubahan tersebut, Ini adalah hidupku, Aku yang menjalaninya dan hanya Aku sendiri yang bisa mengubahnya kapan saja Aku mau, tanpa perlu merasa terlambat untuk melakukannya.

 

Leave a Reply