Antapani – Bandung 16 Maret 2005
In the endless moment when I really tired to wait
I light a candle but I have opened the window
and let the wind blows that candle lights
so that beautiful memory has started to fade
Episode I



**photo photo ini diambil jam 17:55 wib menjelang waktu Magrib, tuh lihat photo terakhir ada penampakan si Irwan
Suasana usai belajar mengajar di Daarut Tauhiid Deutsch Club, Ramai Seperti Di Pasar Selengkapnya..
Mulanya biasa saja saat Aku melihat seorang wanita berjilbab jurusan bahasa Jerman dari UPI, seperti wanita yang lainnya.., tak ada yang istimewa dan tak pernah ada perasaan apapun kepada dirinya, Selengkapnya..
28 tahun usia saya saat ini tapi banyak yang menyangka usia saya masih 20 – 23 tahun, Pada dasarnya usia boleh tua tapi jiwa tetap muda, banyak orang-orang menggunakan Zat kimia seperti ‘Botox’ dan semacamnya untuk menghilangkan keriput agar tetap keliatan muda, sebenarnya banyak cara untuk menjadi awet muda tanpa harus menggunakan Zat kimia segala. Selengkapnya..
Photo photo diatas diambil waktu main playstation bareng Sansan, atas idenya dia yang kalah wajahnya dikasih bedak .., hasilnya seperti diatas. ^_^
![]()
Milih yang mana ya ??
Wanita cantik yg menggembirakan hati pria pandangannya menyinarkan kesungguhan hidup serta cita-cita dan kebahagiaan.
ataukah..,
Wanita yg hanya memiliki tubuh cantik pandangannya hanya menjadi surga untuk mata, neraka untuk jiwa dan penderitaan untuk dompet.
Saat mengembangkan sebuah personal website menggunakan WordPress, saya menemukan banyak plugin menarik di situs resminya, serta beberapa template menarik dari Open Source Webdesign, yang saya pikir akan terasa menyenangkan untuk menggunakan Template tersebut pada website saya yang berbasis wordpress.lebih dari 6 bulan sejak awal bulan maret 2006 saya mengexplorasi Source Code di situs wordpress memodifikasi Scriptnya serta mengintegrasikannya kedalam website saya. Selengkapnya..
Tersenyum aku saat mengintip wanita tersebut mengisi buku hariannya Tanggal segini…makan ini.., Tanggal segitu…makan itu.., Diam-diam dalam hati kutambahi semua kalimatnya tersebut.
“Tanggal segini..makan ini..bersama pria ini…” , “Tanggal segitu..makan itu…bersama pria itu..”
Dan senyumku semakin manis, saat menyadari bahwa ia tidak menulisnya di buku hariannya lagi, melainkan di ‘buku hatinya’. Tidak peduli sudah berapa pria.. , yang pasti, namaku kini sedang menghiasi relung hatinya.