Self Access Center

Think Simple, Work Smart, Play Hard
Technical Support

Empat kali dalam sepekan Nonton orang Cipokan LIVE

April 11th, 2010 | Category : Live Journal | 5,638 views | Tweet !

3 hari terakhir ini berturut turut ada saja tontonan yang tidak menarik dari pasangan muda mudi yang sedang horny dimulai dari hari jum’at yang lalu dalam perjalanan pulang usai membimbing seorang anak smp yang memiliki keterbelakangan mental, Sore itu Aku berjalan menelusuri perumahan setra duta melewati sebuah jalan pintas yang hanya dapat dilalui oleh dua mobil kecil. Jalan tersebut cukup sepi dengan pagar yang membentang sebelah kanan jalan sebagai pembatas sungai besar yang dihias pohon pohon rindang. AKu lihat dari kejauhan sebuah motor bebek sedang parkir didepan dua orang anak smp yang duduk bersebelahan dengan posisi kepala dan bibir yang saling berdekatan sementara tangan kiri anak laki laki tersebut melingkar dipundak anak perempuan yang mengenakan rok biru ciri khas anak smp. mereka berdua memandang kearahku seolah menginginkan aku untuk segera lenyap dari hadapan mereka. saat itu Aku tidak mau ambil pusing Aku terus melangkah tanpa mempedulikan mereka.

Esoknya Hari Sabtu siang waktu menyerahkan laporan mingguan kepada Koordinator Guide, Aku berjalan menuju lantai dua Galeri dan disudut galery yang menjorok ke arah barat dan hanya terhalang oleh satu tiang lagi lagi Aku menemukan pertunjukkan ‘Live’ sepasang kekasih yang lagi ciuman didepan sebuah patung  berjudul ‘Right and Alert’ dengan posisi cewek yang membelakangi cowok.  Aku berjalan kearah mereka dengan berpura pura menjatuhkan Map plastik tebal yang mengeluarkan suara pelan saat terjatuh dari tangan namun terdengar cukup keras untuk menghentikan aktivitas mereka.  dengan wajah tanpa dosa mereka bergegas keluar dari dalam galeri, laki laki botak itupun mengacungkan jari telunjuk kearah sebuah patung lain disertai basa basi busuk kepada ceweknya seolah ingin mengalihkan perhatianku bahwa mereka disana selama itu hanya melihat lihat karya seni ( sambil tukeran saliva ).

Malam harinya Sekitar pukul 17:45 wib saat bertugas Aku duduk dihalaman galeri sambil menikmati segelas kopi ginseng, sample produk pemberian temanku yang kerja sebagai salesman. kebetulan cuaca pada malam itu cerah dan bulan terlihat sangat terang sehingga untuk menikmati cahayanya Aku memilih tempat nyaman untuk mojok dan tidak disorot langsung oleh penerangan lampu taman.

.  Sambil memperhatikan segelintir pengunjung yang berjalan kearah Cafee, dari arah berlawanan Aku lihat sepasang anak ABG berpenampilan borju berjalan bergandengan tangan kearahku, karena bias lampu taman  membuat  mereka  tidak bisa melihat Aku. Mereka menghentikan langkahnya sekitar 6 meter dari tempat Aku duduk  sambil nyender kearah pagar tembok yang membatasi taman patung dengan jurang yang menganga didepannya. Aku pikir mereka mau bunuh diri bersama dan loncat dari sana taunya Cipika Cipiki Cipokan lagi deh. Aku mulai muak..,  mereka tidak pernah tahu kalau orang yang  memperhatikan mereka sedang patah hati. kuperhatikan tangan sicowoknya mulai..,  ***disensor *** Aku berdehem dan mereka menghentikan aktivitasnya yang baru dimulai sekitar 45 detik yang lalu. Orang orang timur ternyata masih tahu malu. Tanpa melirik kearahku mereka pun melangkah pergi menuju ke arah motor yang mereka parkir 12 meter dari tempat mereka beradu bibir. Akupun kembali menikmati segelas kopi ginseng yang mulai dingin sambil bertanya tanya “Kapan Aku seromantis mereka ??? “.

Keesokan harinya,  Minggu Sore Adegan yang sama dilakukan oleh pasangan yang berbeda  pada pukul 13:35 wib. kali ini mereka melakukannya didalam Bookstore tempat kecil yang menghubungkan Souvenir Shop dan Galery Utama. Aku rasa durasinya cukup lama, saat Aku sibuk memandu beberapa tamu yang tertarik untuk membeli patung dalam galeri,  sehingga ’2 ekor ayam kampus’ benar benar diluar pengawasanku sejak setengah jam yang lalu.

Saat aku menuju souvernir shop untuk menitipkan kartu nama calon pembeli tersebut kepada penjaga toko,  Tanpa sengaja Aku pergoki mereka ( ayam kampus tsb)  sedang menikmati ‘Jus Ludah’ sambil pura pura membaca buku disana. waktu di Ponselku menunjukkan pukul 13:42 wib tanpa pikir panjang Aku langsung mematikan lampu galeri dengan memijat beberapa saklar yang terdapat di dalam bookstore tersebut, sementara lampu utama dibiarkan menyala. Dengan wajah Mupeng anak Laki laki ayam kampus itu bertanya “Mas Tutupnya Jam berapa ?”.  “Galeri ini tutup jam empat sore tiap harinya, kalau kawasan ini tutupnya pukul lima ” jawabku.  “Iya deh mas makasih !” katanya sembari menggangguk seolah mengerti maksudku bahwa Aku mengusir mereka secara halus. Sebenarnya hatiku ingin mengatakan kepada para ayam kampus atau odong-odong lainnya kalau ingin cipokan atau melakukan ‘Quickie’ jangan lakukan disini karena tempat ini adalah objek pariwisata untuk appresiasi seni bukan tempat prostitusi atau object lokalisasi, cari penginapan atau hotel deh kalau pengen gituan dengan tenang bersama pasangan, niscaya tidak akan ada yang menggangu.

2 Responses »

  1. laaaah zaman ngedan… aku lagi jogging jam 05.30 di Setra Duta juga ada tetanggaku yg janda umurnya 45 an lah namun masih bahenol… dikerudung… eh dicipok deket lapang tenis, ama kakek-kakaek yg kutahu seorang dosen di salah satu PTS …. euh gak pandang umur ya asmaraaa, padahal dua-duany6a udah bercucu, dan kakeknya masih punya istri… kasihaaaan melepas suami joging di pagi hari

  2. wadduhhh parahh tuuhh…
    Sangatt…sangatt..pattutt untukk dicontohh :-p

Leave a Reply

Category

Archives

 

Recent Comments

  • xprta : gw senang dngan 8ball..cara membuat liryk lagu yg brmutu&...
  • xprta : kangen band anjing,kutu kuperet.bangsat lu semuanya...
  • Dillah : Wow... Hehehe,, oh ya mas,, saya izin,, nggunain CSS nj...
  • isti : tolong bikinin pupuh dong...
  • muchamadbudiana : hatur nuhun kang, abdi janten gaduh bekel kanggo murangkalih...

Photo Gallery

More >>

Best Seller

Jasa Pembuatan Website :: Obral Web :: Web Hosting
About I  Application Library  I  Blog  I Photo Gallery I  Timeline  I  Projects Showcase
Copyright © 2007-2012 Achmad Powered by Wordpress.